Kamis, 22 November 2012
andai mentari ?
masuk musim hujan. aku suka, tapi aku benci. hujan itu lemah. menjatuhkan berbulir-bulir air.sengaja atau engga aku ga peduli. yang jelas aku benci hujan. banget! walau sebenarnya banyak hal menyenangan saat hujan. entahlah. berapa kali pun kalian ingatkan hal-hal tempo dulu, aku tak goyah. aku lebih suka matahari. selalu bersinar dan tetap bersinar. bukan berarti aku ingin dipuja atau apalah. dalam artian, aku selalu ingin bahagia tertawa dan sebagainya. itu tak mungkin. memang. kau tahu, matahari tetap membagikan cahayanya walaupun tak diminta, tak dihiraukan, dihadang oleh segerombolan awan mendung, bahkan dibenci. tetapi ia tetap terang dan bersinar. ia tersenyum dibalik awan mendung. ia tertawa saat setetes air jatuh. ia menyembunyikan rasa lelahnya selama ini. aku tahu ia bosan kalau harus berpura-pura indah di depan kita. tapi tak terlihat. andai aku bisa terus tersenyum saat aku sedih dan tertawa saat menjatuhkan setitik air mata. ketika ada yang bertanya, "kau menangis?" aku akan menjawab ,"tidak, aku menangis karna tertawa" atau "ada air yang menjatuhi pipiku" . tapi aku bisa jadi matahari. pasti bisa. dan aku mau
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar