Sabtu, 02 Agustus 2014

Ketika suatu hari aku berjalan. Yah, jalan itu. Aku mengikutinya. Tidak, tidak. Aku tidak pernah beralih darinya sedikit pun. konsentrasiku hanya pada jalan itu. Janjiku untuk tidak terhenti. Walau gelap bahkan sejuta katak menjijikkan aku tetap maju. Tapi apa? Huh? Bukan salahku jika semua ini ingin aku hentikan. Berat pundak ini. Menangis di punggung orang lain? Haha sudah jadi kebiasaan.
Oh Tuhan, ya Allah ya Rabbi. Bodohnya diriku yang hanya melihat jalan itu. Bukankah Kau memudahkan jalanku dan aku mengabaikannya dengan sia-sia. Aku bisa apa ya Tuhan selain berdoa dan berusaha. Aku tahu Kau menyembunyikan sejuta kejutan untukku dan aku percaya suatu hari ejutan itu akan datang. Aku yakin.

Tidak ada komentar: